Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang
Oleh : W.S. Rendra
Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku
Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
-biarpun bersama penyesalan-
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
-biarpun bersama penyesalan-
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
Alamku
Alamku…
Dulu kau begitu indah
Hijau warnamu sejuk udaramu
Akupun merasa betah
Dulu kau begitu indah
Hijau warnamu sejuk udaramu
Akupun merasa betah
Alamku…
Engkau mempesonaku
Aku sangat menikmati pemandanganmu
Tetapi itu dulu
Engkau mempesonaku
Aku sangat menikmati pemandanganmu
Tetapi itu dulu
Sekarang… kau telah berbeda
Sekarang… kau telah berubah
Kepulan asap telah menutupimu
Tumpukan sampah membuat dirimu tidak sewangi dulu
Sekarang… kau telah berubah
Kepulan asap telah menutupimu
Tumpukan sampah membuat dirimu tidak sewangi dulu
Alamku…
Aku merindukanmu yang dulu
Aku ingin seperti dulu
Menikmati pemandanganmu
Aku merindukanmu yang dulu
Aku ingin seperti dulu
Menikmati pemandanganmu
Hanya ada satu cara mengembalikanmu
Hanya dengan peduli
Kau akan seperti dulu
Aku sangat menanti
Hanya dengan peduli
Kau akan seperti dulu
Aku sangat menanti
This post was submitted by Irfan Wicaksono
merpati
aku ingin seperti merpati,,,
yang selalu terbang tinggi
aku ingin seperti merpati,,,
terbang tinggi dan selalu kembali
karena merpati tak pernah ingkar janji
yang selalu terbang tinggi
aku ingin seperti merpati,,,
terbang tinggi dan selalu kembali
karena merpati tak pernah ingkar janji
aku ingin seperti merpati,,,,
yang setia pada satu hati
yang bisa berbagi dengan sang hati
aku ingin seperti merpati,,,
hidup berdua sampe mati
yang setia pada satu hati
yang bisa berbagi dengan sang hati
aku ingin seperti merpati,,,
hidup berdua sampe mati
aku ingin seperti merpati,,,
yang tak mau pasanganya pergi
setinggi p dia terbang
pasti akan kembali
karna dia tau sang pujaan hati dibawah menanti,,,
yang tak mau pasanganya pergi
setinggi p dia terbang
pasti akan kembali
karna dia tau sang pujaan hati dibawah menanti,,,
merpati memang tak pernah ingkar janji
karena dia setia pada satu hatu
q ingin sepertimu merpati
jadi lambang cinta sejati,,,
karena dia setia pada satu hatu
q ingin sepertimu merpati
jadi lambang cinta sejati,,,
This post was submitted by Irfan Wicaksono
Baik-baik sayang
Aku pergi hanya untuk sementara,
Bukan untuk slamanya. .
Rasanya sulit bagiku untuk meninggalkanmu. .
Hati ini tak kuasa melihatmu menangis, ,
Ingin rasanya aku menghapus air matamu
Tapi aku tak bisa
Sayang aku sangat menyayangimu
Jangan pernah engkou lupakan aku
Karna aku disini slalu merindumu. .
Sampai kapan pun aku slalu menyayangimu dan mencintaimu
Baik baik sayang
Jangan lah kou nakal
Tunggu aku kembali
Kembali untuk menemanimu lagi
i luph you. .
Bukan untuk slamanya. .
Rasanya sulit bagiku untuk meninggalkanmu. .
Hati ini tak kuasa melihatmu menangis, ,
Ingin rasanya aku menghapus air matamu
Tapi aku tak bisa
Sayang aku sangat menyayangimu
Jangan pernah engkou lupakan aku
Karna aku disini slalu merindumu. .
Sampai kapan pun aku slalu menyayangimu dan mencintaimu
Baik baik sayang
Jangan lah kou nakal
Tunggu aku kembali
Kembali untuk menemanimu lagi
i luph you. .
22.48
Unknown




0 komentar:
Posting Komentar